Category Archives: News

Membinasakan Sepuluh Generasi

Standard

Master Chin Kung Bercerita

Membinasakan Sepuluh Generasi

Di dalam kalangan Buddhisme terdapat sebuah kisah perumpamaan yang amat terkenal, pada masa Dinasti Ming, ayahanda Fang Xiao-ru hendak mengebumikan ayahandanya (yakni kakek dari Fang Xiao-ru), ahli feng shui membantunya menilik sebuah liang kubur, letaknya amat bagus, maka dia memutuskan untuk mengebumikan ayahandanya di tempat tersebut.

Tiga hari sebelum dilakukan penggalian, dia bermimpi seorang kakek yang mengenakan pakaian merah, mimpi ini terjadi dalam tiga hari berturut-turut, agar dia menunda beberapa hari lagi baru mengadakan penggalian. Dia mengatakan bahwa generasi keturunannya yang berjumlah lebih dari 900 jiwa ada di bawah liang tersebut, maka itu meminta agar dilakukan penundaan penggalian beberapa hari ke depan, sehingga mereka bisa pindah ke tempat lain.

Tetapi ayahanda Fang Xiao-ru tidak menaruh hal ini di dalam hati, menuruti hari yang telah ditetapkan untuk mengadakan penggalian. Setelah dilakukan penggalian ternyata di bawah sana terdapat sebuah sarang ular, dan ada banyak ular kecil di dalamnya, ular-ular kecil ini akhirnya juga mati binasa.

Fang Xiao-ru adalah salah seekor ular yang bertumimbal lahir jadi manusia dan menjadi cucunya. Dalam bersekolah Fang Xiao-ru merupakan murid yang sangat pintar, namun sayangnya suatu kali dia membuat Kaisar Ming tersinggung, hukum yang berlaku pada masa itu adalah membinasakan 9 generasi keluarga, Fang Xiao-ru menantang Kaisar Ming : “Jangankan 9 generasi, bahkan 10 generasi binasa juga tak masalah”. Kaisar Ming menjadi amat emosi, akhirnya guru Fang Xiao-ru juga ikut dibunuh.

Fang Xiao-ru datang untuk membalas dendam, kebencian dibalas dengan kebencian. Anda membunuh sarang yang berisikan banyak ular, ular bertumimbal lahir jadi manusia, akhirnya dia melanggar hukum, dan membinasakan generasi keluargamu, sungguh mengerikan. Dendam ini jika tidak bisa diurai maka “setiap kelahiran akan menjalani penderitaan, tiada terputus”, saling membalas di dalam lingkaran tumimbal lahir.

Maka itu, manusia harus memiliki kebijaksanaan, para bijaksana jaman dahulu berkata : “Menerima kerugian adalah berkah”, harus mengurai permusuhan, “Permusuhan harus diurai jangan dijalin”, patut diketahui bahwa hutang nyawa dibayar nyawa, hutang uang dibayar uang, ini adalah kebenaran. Insan tercerahkan telah memahami bahwa setelah membayar hutang nyawa, jangan biarkan lagi orang lain datang melunasi hutang, maka selesailah sudah urusan hutang piutang. Setelah bersukacita membayar hutang uang, maka jangan ada lagi rasa benci; hutang orang lain padaku tak perlu ditagih lagi, hati menjadi bersih dan lapang.

Jika ada orang lain yang meminjam uang dari anda, dan tidak membayarnya atau menipu dirimu, atau menggunakan segala cara yang tidak halal untuk memaksa dirimu memberikan uang kepadanya, maka di kelahiran mendatang orang ini tetap harus membayar hutang ini. Tetapi insan yang tercerahkan takkan menghendaki hal ini lagi, jika bersikeras menghendaki orang itu datang untuk membayar hutang maka tidak bisa terlahir ke Alam Sukhavati.

Maka itu, hutang kita pada orang lain hendaknya dilunasi dengan jelas, sedangkan hutang orang lain pada kita anggaplah sudah lunas, hati kita bersih dan jernih. Jika tidak memahami aturan ini, selalu mengingat hal ini di hati, inilah yang disebut “saling membalas dendam, menjalani penderitaan pada setiap kelahiran, tiada terputus

Buddhisme dan budaya jawa

Standard

http://buddhazine.com/java-connections-kupas-esensi-budaya-jawa-yang-bermakna-dan-relevan/

Buddhist Treasures From Gobi Desert Cave

Standard

Beginning May 7, the Getty Research Institute will show Buddhist artwork in the show ‘Cave Temples of Dunhuang’

By Alexandra Wolfe

For six centuries, nearly 500 caves filled with troves of art sat practically untouched along China’s Silk Road. Little known outside China, they contained thousands of Buddhist sculptures and manuscripts and acres of murals.

Screen Shot 2016-05-07 at 3.53.51 PM

On May 7, the new exhibit “Cave Temples of Dunhuang” at the Getty Center in Los Angeles will display artworks and replicas of three caves, selected from hundreds hewed out of cliffs from the fourth to the 14th centuries near Dunhuang, a city more than 1,200 miles west of Beijing at the edge of the Gobi Desert.

 A rendition of the Diamond Sutra, an important Buddhist sermon, made in 868 C.E.  BRITISH LIBRARY BOARD

Merchants and other travelers created the caves as safe places to rest and meditate along a trade route skirting the desert, part of an ancient network that linked China with Mediterranean and Indian civilizations. Over the centuries, artisans added their own handiwork, leaving behind images and inscriptions that experts can now date by the styles of dress they depict. The exhibit includes objects that Buddhists used for prayer and meditation and to gain karmic merit.

A view of the interior of cave 85, from the Late Tang Dynasty (848-907 C.E.). photo credit: Dunhuang Academy

Thanks to the dry weather, an uncanny amount of artwork remains intact. Foreign explorers visited the caves in the early 1900s and sent many objects to European, Indian, Japanese and American collections. Many works in the Getty exhibition are on loan from museums in Europe. Despite the exports overseas, thousands of silk and paper manuscripts remained within the walls of the caves.

 Inside this nine-story temple from the Tang Dynasty (618-907) is a 36-yard-high Buddha statue. photo credit: Dunhuang Academy PHOTO: DUNHUANG ACADEMY

The Chinese government finally opened the caves to the public in 1980. For more than 25 years, the Getty and the Dunhuang Research Academy, devoted to the caves’ upkeep, have collaborated to preserve their contents. Under high ceilings—some over 40 feet—colorful murals illustrate Buddhist sermons and stories. Among the objects in the show is a wood block print displaying an important Buddhist sermon, the Diamond Sutra, aimed at dispelling the illusory nature of the material world.

A view of the interior of cave 285, created in the Western Wei Dynasty (535-556 C.E.) photo credit: Dunhuang Academy
Co-curator Marcia Reed thinks that the exhibition, which ends Sept. 4, will find a ready audience in California, where she sees new interest in meditation and Buddhism.

A detail of a wall painting of musicians in cave 85, built in the Late Tang Dynasty (848-907 C.E.) photo credit: J. Paul Getty Trust
Since the 1950s, artists from the Dunhuang Research Academy have created replica caves, painting on huge pieces of paper. In this exhibit, the replicas were mounted on wooden supports and erected at the Getty’s entrance.

At the desert site, the Getty has helped researchers use fences and screens to protect the caves, which once were considered great displays of wealth. Ms. Reed loosely compares them to Beverly Hills mansions or Medici palaces in Italy. “It is Buddhist glamour,” she jokes.

Pengalaman CEO Twitter Rayakan HUT dengan Retret Meditasi Vipassana

Standard

Bhagavant.com,
Yangon, Myanmar – Banyak orang merayakan ulang tahun mereka dengan pesta, makan-makan, dan musik. Tetapi tidak dengan CEO Twitter Jack Dorsey saat ia merayakan ulang tahunnya 19 November 2018 lalu.

Jack Dorsey, CEO Twitter.
Jack Dorsey, CEO Twitter. Foto: youtube.com

Jack Dorsey melakukan pendekatan yang berbeda dalam merayakan ulang tahunnya kali itu dengan perjalanan meditasi dalam hening selama 10 hari di sebuah pusat meditasi di Myanmar.

Di sana ia mempraktikkan teknik meditasi Vipassana yang ia sebut akan “meretas lapisan pikiran yang paling dalam dan memprogramnya kembali.” Perjalanannya retret meditasinya tersebut ia tuangkan dalam kicauannya di akun Twiter pribadinya pada 8 Desember 2018.

“Untuk ulang tahun saya tahun ini, saya melakukan meditasi Vipassana hening 10 hari, kali ini di Pyin Oo Lwin, Myanmar. Kami melakukan hening pada malam ulang tahun saya, tanggal 19. Inilah yang saya tahu,” mengawali kicaunya.

Jack menjelaskan mengenai teknik meditasi Vipassana yang diketemukan kembali oleh Buddha Gotama pada 2.500 tahun yang lalu melalui eksperimen diri ilmiah yang ketat untuk menjawab pertanyaan: bagaimana saya menghentikan penderitaan?

“Tujuan tunggal Vipassana adalah untuk meretas lapisan pikiran yang paling dalam dan memprogramnya kembali: alih-alih secara tidak sadar bereaksi terhadap perasaan sakit atau senang, secara sadar mengamati bahwa semua rasa sakit dan senang tidak permanen, dan pada akhirnya akan berlalu dan lenyap,” jelasnya.

Menjelaskan mengenai metode meditasi yang banyak beredar yang tujuan akhirnya hanya untuk memperkuat konsentrasi dengan fokus pada nafas semata, Jack mengatakan bahwa tujuan itu bukan tujuan akhir yang ingin dicapai oleh Sri Buddha.

“Ia (Sri Buddha) ingin mengakhiri keterikatannya pada kehausan akan (kesenangan) dan kebencian akan (rasa sakit) dengan mengalaminya secara langsung. Teori-Nya adalah mengakhiri kemelekatan mengakhiri penderitaan-Nya,” katanya.

Jack mengingat kembali pengalaman meditasi Vipassana yang menurutnya berbeda dengan meditasi lainnya yang sering dianggap menenangkan, rileks, dan detoksifikasi dari semua kebisingan di dunia.

“Ini (Vipassana) merupakan kegiatan fisik dan mental yang sangat menyakitkan dan menuntut. Saya tidak mengharapkan hal itu (saat) pertama kali saya (melakukannya) tahun lalu. Bahkan lebih berat tahun ini saat saya melangkah lebih dalam,” kenangnya atas kedua retret Vipassana yang ia jalani.

Jack tinggal di Dhamma Mahimã, pusat meditasi Vipassana gratis di Pyin Oo Lwin, Myanmar. Selama masa tinggalnya, Dorsey tidur di kamar sederhana dengan tempat tidur dengan sebuah bantal dan tanpa kasur.

View image on TwitterView image on TwitterView image on Twitter

jack 🌍🌏🌎

@jack

I did my meditation at Dhamma Mahimã in Pyin Oo Lwin. This is my room. Basic. During the 10 days: no devices, reading, writing, physical excercise, music, intoxicants, meat, talking, or even eye contact with others. It’s free: everything is given to meditators by charity.

586 people are talking about this

Ketika berada di sana selama 10 hari, dia tidak diperkenankan membaca, menulis, berolahraga atau mendengarkan musik. Dia tidak diperkenankan mengkonsumsi minuman keras atau daging, dan berbicara serta melakukan kontak mata.

“Saya bangun jam 4 pagi setiap hari, dan kami bermeditasi sampai jam 9 malam. Ada istirahat untuk sarapan, makan siang, dan berjalan. Tidak ada makan malam,” katanya.

Dalam cuitannya tersebut, jack juga mengagumi keindahan dari Myanmar di mana masyarakatnya penuh sukacita dan makanannya yang luar biasa.

“Saya mengunjungi kota-kota Yangon, Mandalay, dan Bagan. Kami mengunjungi dan bermeditasi di banyak vihara di sekeliling negara tersebut,” kenangnya.

View image on TwitterView image on TwitterView image on TwitterView image on Twitter

jack 🌍🌏🌎

@jack

Myanmar is an absolutely beautiful country. The people are full of joy and the food is amazing. I visited the cities of Yangon, Mandalay, and Bagan. We visited and meditated at many monasteries around the country.

2,200 people are talking about this

“Bagian terpenting dari perjalanan saya adalah menyajikan makanan bagi para biarawan (bhikkhu) dan biarawati (thilashin), dan menyumbangkan sandal dan payung. Kelompok biarawati muda di Mandalay ini dan lantunan mereka menakjubkan dan menenangkan.”

Jack juga menceritakan kisah saat kelompoknya bermediasi di sebuah gua pada suatu malam. Di sana ia mengatakan mendapat gigitan nyamuk sebanyak 117 gigitan.

Untuk melacak dan mengetahui kondisi detak jantungnya saat meditasi Vipassana, Jack menggunakan jam tangan pintar dan cincin pintar yang ia setel dalam mode pesawat. Ia menemukan bahwa detak jantungnya secara konsisten berada di bawah 40 saat ia tidur.

Jack mendorong para pembaca cuitannya yang memiliki ketertarikan terhadap Vipassana untuk mencoba meditasi tersebut, seperti yang pernah ia alami.

“Saya telah bermeditasi selama 20 tahun, dengan 2 tahun terakhir fokus pada Vipassana. Setelah mengalaminya di Texas tahun lalu, saya ingin pergi ke daerah yang mempertahankan latihan dalam bentuk aslinya. Itu yang membawa saya ke Myanmar,” katanya mengakhiri kisah pengalamannya.[Bhagavant, 19/1/19, Sum]

Dalai Lama Pelopori Peta Emosi Manusia

Standard

Bhagavant.com,
Minnesota, Amerika Serikat – Y.M. Dalai Lama Ke-14 menjadi pelopor dan inspirasi terbentuknya sebuah peta emosi yang dibuat oleh seorang psikolog terkemuka asal Amerika Serikat, dalam sebuah situs web.

Peta Emosi atau Atlas Emosi. Ada 5 emosi utama dalam diri manusia, yaitu marah, takut, muak (jijik), sedih dan gembira.
Peta Emosi atau Atlas Emosi. Ada 5 emosi utama dalam diri manusia, yaitu marah, takut, muak (jijik), sedih dan gembira. Foto: Tangkapan layar.

Dalam berbagai kesempatan Dalai Lama selalu mengajarkan ketenangan batin dan mengajak para ilmuwan untuk membantu mengubah masyarakat menjadi lebih berkesadaran diri, menjadi manusia yang penuh kasih.

Untuk itu beliau berinisiatif mempelopori pembuatan sebuah Peta Emosi atau Atlas of Emotions (Atlas Emosi) yang akan membantu lebih dari tujuh miliar penduduk dunia untuk mengarahkan perasaan mereka untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan.

“Ini adalah tugas saya untuk mempublikasikan pekerjaan tersebut,” kata Dalai Lama seperti yang dilansir The New York Times, Jumat (6/5/2016).

Untuk membuat atlas atau peta yang beliau sebut sebagai “peta pikiran”, Dalai Lama meminta Dr. Paul Ekman, seorang psikolog terkemuka asal Amerika Serikat, untuk mengerjakan proyek memetakan berbagai sentimen manusia.

Dr. Paul Ekman sendiri juga pernah menjadi konsultan yang membantu memberikan saran dan masukan kepada para pencipta film “Inside Out” (2015), sebuah film animasi produksi Pixar yang berlatar belakang kondisi di dalam kepala seorang gadis, dalam menciptakan 5 karakter dalam film tersebut seperti Joy (kegembiraan), Sadness (kesedihan), Anger (kemarahan), Fear (ketakutan), dan Disgust (kemuakan).

Lima emosi manusia, Joy (kegembiraan), Sadness (kesedihan), Anger (kemarahan), Fear (ketakutan), dan Disgust (kemuakan) diwujudkan dalam karakter di film animasi "Inside Out".
Lima emosi manusia, Joy (kegembiraan), Sadness (kesedihan), Anger (kemarahan), Fear (ketakutan), dan Disgust (kemuakan) diwujudkan dalam karakter di film animasi “Inside Out”. Foto: disney.com.au

Putri dari Dr. Paul Ekman, Dr. Eve Ekman yang juga psikolog, ikut serta dalam pengerjaan proyek tersebut, dengan tujuan menghasilkan sebuah panduan interaktif bagi emosi manusia yang bisa dipelajari oleh siapa saja yang terhubung dengan internet untuk mencari pemahaman diri, ketenangan dan tindakan yang konstruktif atau membangun.

“Kita memiliki, secara alami atau biologis, emosi destruktif (perusak) ini, juga emosi yang konstruktif (membangun),” kata Dalai Lama. “Kondisi batin ini, orang-orang harus lebih memperhatikannya, dari tingkat TK hingga tingkat universitas. Ini bukan hanya untuk pengetahuan, tetapi dalam rangka menciptakan manusia bahagia. Keluarga bahagia, masyarakat bahagia dan, akhirnya, umat manusia yang bahagia.”

Berdasarkan situs The Dalai Lama Trust, yayasan yang diketuai oleh Dalai Lama tersebut telah memberikan dana sebesar 250 ribu dolar Amerika Serikat kepada Paul Ekman Group LLC untuk membiayai proyek peta emosi tersebut pada tahun 2015.

Dr. Ekman mengingat kembali perkataan Dalai Lama kepadanya, “Ketika kita ingin menuju ke Dunia Baru, kita membutuhkan peta. Jadi dibuatlah sebuah peta emosi sehingga kita bisa mendapatkan keadaan tenang.”

Sebagai langkah pertama, Dr. Ekman melakukan survei terhadap 149 ilmuwan (para ilmuwan pakar emosi, ahli saraf dan psikolog yang memimpin di bidangnya) untuk melihat apakah ada konsensus atau kesepakatan tentang sifat alami emosi, suasana perasaan (hati) atau kondisi yang dihasilkannya, dan area-area yang terkait lainnya.

Berdasarkan survei tersebut, Dr. Ekman menyimpulkan bahwa ada lima kategori utama dari emosi – marah, takut, muak (jijik), sedih dan gembira – dan masing-masing memiliki bagian kondisi emosi, pemicu, tindakan dan suasana perasaan yang rumit. Dia membawa temuan ini ke Stamen, sebuah perusahaan kartografi dan visualisasi data, untuk menggambarkan emosi tersebut ke dalam sebuah visual dan, ia berharap, itu cara yang bermanfaat.

Mengenai kenetralan Peta Emosi, Dalai Lama menginginkan proyek ilmu pengetahuan ini terlepas dari pengaruh agama.

“Jika kita melihat karya penelitian ini sebagai yang bersandar pada keyakinan atau tradisi agama, maka karya penelitian ini secara otomatis menjadi terbatas,” kata beliau.

Dalai Lama berharap bahwa Peta Emosi tersebut bisa menjadi alat untuk membina kebaikan di dunia ini dengan mengalahkan hal buruk dalam diri kita.

“Pada akhirnya, emosi kita adalah pembuat kekacauan yang sesungguhnya,” kata beliau. “Kita harus mengetahui sifat alami lawan mereka.”[Bhagavant, 12/5/16, Sum]

 

source : https://berita.bhagavant.com/2016/05/12/dalai-lama-pelopori-peta-emosi-manusia.html

Artis terkenal Lin – Qing Xia Menemukan Kebahagiaan dalam Ajaran Buddha

Standard

 

Lin – Qing Xia ( biasa di tulis Lin Ching shia atau Brigitte Lin ) di ulang tahun ke 60, merefleksi pengalaman belajar ajaran Buddha. Ia mempublikasikan 2 buah tulisannya tentang belajar ajaran Buddha, yang mempengaruhi kehidupannya hingga saat ini. Berikut ini adalah terjemahan dari artikelnya yang pertama, yang menceritakan mengenai retret Zen 3 hari yang diikutinya yang telah mengubah pandangannya tentang kehidupan ini.

日記(一)學禪三天,受用一生

(寫於2008年)

Buku hari ke 1, belajar Zen 3 hari, bermanfaat seumur hidup

Di tulis tahun 2008

我應該很專心的跪下磕頭再站起來,跪下磕頭再站起來,就這樣連續做二十分鐘,心裡要想著該懺悔的事和該感恩的事。開頭我並不很專心,眼睛往旁邊一瞥,見到一雙輕盈的腳步從我身邊走過。那袈裟飛起,就像浪花。我呆住了,心裡讚歎著「好美!好美!」那是聖嚴法師。當年他老人家七十好幾,也跟我們一樣的跪拜,他的專註和真誠讓我動容,後來他說他是對他師父感恩。

Saya, Lin Ching Hsia, dengan setulus hati berkonsentrasi melakukan namaskara di hadapan Buddha, dengan berlutut kemudian berdiri, berlutut lagi kemudian berdiri, ini saya lakukan hampir 20 menit, dalam pikiran saya memikirkan apa yang seharusnya saya sesali dan apa yang seharusnya saya syukuri.

Permulaan saya tidak terlalu konsentrasi, mata saya menengok ke sebelah saya, ada sesosok kaki yang melangkah ringan melewat samping saya. Jubah seperti terbang laksana ombak, membuat saya tertegun, dalam hati saya memuji “ wah sungguh indah ! sungguh indah !” beliau adalah Master Sheng Yen ( alm ). Ketika itu, beliau sudah berusia tujuh puluh tahun lebih, beliau juga melakukan namaskara seperti yang saya lakukan, konsentrasi dan kesungguhan beliau ( dalam bernamaskara ) menyentuh saya, akhirnya saya baru tahu, kalau beliau melakukan itu, untuk mengenang dan berterima kasih pada gurunya.

大約是八年前,我發覺我這個人太計較,總以為別人應該理所當然的對我好,而經常讓自己很不開心,也影響別人的情緒。所以我決定去修行。我想要有包容心,也想讓自己肚子能撐船。

Kira-kira 8 tahun yang silam, saya menyadari bahwa saya orangnya terlalu berhitungan, saya selalu beranggapan orang harus baik terhadap saya, sehingga kadang membuat saya merasa tidak bahagia. Ketidakbahagiaan ini akhirnya mempengaruhi orang disekeliling saya juga. Sehingga saya memuutuskan untuk melatih diri. Saya ingin mempunyai hati yang luas bak samudra, bisa memaafkan dan juga bisa berlapang dada menerima segala sesuatunya.

shifu-6095d我回台查找大師,很幸運的,在因緣際會之下,我有幸見到聖嚴法師,由於以前沒有接觸過佛法、不諳規矩,見到師父竟然跟他握起手來,後來發現所有佛教徒都是以合十來打招呼,我暗忖當時一定讓周遭的人大為緊張。

Saya pulang ke Taiwan untuk mencari master Sheng Yen, sangat beruntung jodoh baik itu berbuah, saya berhasil menemui Master Sheng Yen, karena sebelumnya saya kurang mendekatkan diri dengan buddhadharma, ketika pertama kali bertemu master, dengan tidak sopan saya berjabat tangan dengan master, belakangan saya baru mengerti, ternyata di kalangan umat Buddha ada anjali sebagai pengganti jabat tangan, saya berfikir mungkin pada saat itu, orang disekeliling saya ikut tegang karena melihat ketidak sopanan saya tersebut.

在見面的一個鐘頭里,我只問了一個問題,就是什麼叫「禪」,因為始終認為禪是一門很深奧的學問。師父說只要坐三天禪就什麼都知道了,我正在考慮的時候,師父連說了三次,於是我當下就決定坐禪三天。聽說坐禪之前會因為被考驗而受到阻礙,而我卻在冥冥中很順利地上了山。

Dalam pertemuan hampir 1 jam, saya hanya bertanya 1 pertanyaan, apa yang dimaksud Zen, karena selama ini saya menganggap zen adalah pengetahuan yang sangat dalam, suhu hanya mengatakan asalkan mau ikut pelatihan zen selama 3 hari, kamu pasti akan mengerti, ketika saya mempertimbangkan, suhu mengatakan hal itu sebanyak 3 kali, sehingga pada saat itu juga saya putuskan ikut pelatihan zen selama 3 hari. Saya pernah mendengar, dalam ikut pelatihan zen sering menghadapi kendala keraguraguan, tapi berutung saya dapat melewati dengan lancar.

Y9365035-3

上山的第一件事,手機就給沒收了,在沒收前我趕快打個電話給女兒,告訴她我將有三天不跟她通話,這才放心。在三天內我要和其他九十九個人晝夜相處。不準化妝、不可看書、看電視,要睡大通鋪。晚上十點鐘睡覺、早上五點鐘起床。這下可慘了,平常我在這個時候可能還沒睡,還好我偷偷帶了六顆安眠藥,一天兩顆,總算解決了睡覺的問題。

Hal pertama yang harus saya hadapi dilokasi adalah masalah hand phone saya tidak boleh dinyalakan dan harus dititipkan pada petugas, sebelum di titipkan, saya segera menelepon putri saya,memberitahu dia saya tidak akan kontak telepon dengannya selama 3 hari. Saya baru merasa tenang. Dalam waktu 3 hari pelatihan, saya juga harus membatalkan 99 janji dengan teman-teman. Tidak boleh berdandan, tidak boleh baca buku, tidak boleh nonton televisi, tidur di barak, tidur jam 10 malam, jam 5 pagi sudah harus bangun. Wah gawat, .biasanya jam segitu , saya belum bisa tidur. Diam diam saya membawa 6 butir obat tidur, sehari makan 2 butir, akhirnya saya dapat mengakhiri penderitaan karena tidur.

晚飯之前,每人分獲一個號碼,暫時不用自己的名字,各人根據自己的號碼坐位置、拿拖鞋和睡床位。這是要我們放下自我。在大堂里先對著大佛跪下頭著地再站起來,原來這個作用也是為了消融自我。

Sebelum makan malam, setiap orang diberikan sebuah nomor, untuk sementara waktu tidak menggunakan nama sendiri, setiap orang berdasarkan nomor tersebut mengambil posisi tempat duduk , mengambil posisi tempat tidur. Ini dimaksudkan agar kami belajar merelakan dan melepaskan keakuan. Di altar,diwajibkan namaskara dihadapan Buddha, rupanya ini dimaksudkan untuk melenyapkan keakuan.

Screenshot_7

在飯堂里我隔壁那個人很面熟,後來才知道她是曾慶瑜,吳宗憲乖乖地坐在我對面,眼睛不像我這樣到處亂睨。之前在走廊上見到曾志偉我還揚了揚眉(原來這也是犯規的,連對眼都不可,又怎能揚眉),還有一位是功夫明星衛子云,來的時候看他在山邊松筋骨。這麼多圈內人,可見經常暴露在大眾面前,表面上看起來多姿多采,內心卻是渴望得到一片寧靜和做到自我修行。

Di ruang makan, saya melihat wajah seseorang yang sangat familiar, akhirnya saya baru tahu dia adalah zheng qing yu , Wu Zong Xian ( nama artis ), mereka duduk dengan tenang dihadapan saya, matanya tidak liar seperti saya jelalatan kemana mana. Sebelumnya di perjalanan ke ruang makan saya bertemu Zheng Ci Wei,( saya sempat mengangkat alis saya padanya sebagai tanda salam, rupanya dia sedang dihukum melanggar aturan,bertatap mukapun tidak boleh apalagi membalas salam saya.). Ada satu lagi aktor kung fu Wei Zi Yun,waktu datang sempat melemaskan otot dan mengundang perhatian orang, tapi saat pelatihan diri, dia melakukan dengan khusuk dan sungguh sungguh.

吃飯的時候,師父很溫和的一句一句叮嚀,要我們心無旁騖專心吃飯,好吃的時候不要高興,不好吃的時候也不要討厭。要感恩這食物是經過很多人的辛苦才到我們的嘴裡。吃完飯用一碗清水將碗碟沖一衝再倒回碗里喝下。

Pada saat makan, suhu dengan lembut mengingatkan kami, agar makan dengan konsentrasi, ketika bertemu makanan yang enak, jangan terlalu gembira, ketika bertemu makanan yang tidak enak jangan merasa tidak suka. Harus berterima kasih , karena makanan ini harus melalui jerih payah orang banyak ,baru bisa sampai ke mulut kita. sehabis makan dengan air putih membersihkan sisa makanan di mangkok, dan air tersebut harus kita minum.

飯後離座時要雙手疊起,放在胸前,慢慢起身,順序走出飯堂,手裡就像捧著一尊菩薩,內心裡什麼都不能想,也不可以自己對自己說話。我靜靜的坐在石頭上,對著大山和星空,突然聽到一陣很美的聲音,我尋著那個方向走去,原來是一位女菩薩跪在那兒,一面敲鐘一面念經,不知道為什麼我感覺好喜悅好舒服。

Setelah makan siang, ketika meninggalkan tempat duduk, tangan beranjali, jalan perlahan lahan keluar dari ruang makan, tangan kanan diatas tangan kiri, seperti kita memangku sebuah rupang bodhisattva, apapun jangan dipikirkan, kita juga tidak boleh bicara dengan diri kita sendiri. Saya duduk dengan tenang disebuah batu besar, menghadap gunung dan angkasa luas, samar samar saya mendengarkan suara yang begitu merdu, saya mencari sumber suara, rupanya seorang bodhisattva wanita sedang berlutut disana, memukul genta sambil melafalkan sutra, entah mengapa saya merasakan kegembiraan dan kebahagiaan.

timthumb

第一天早起,吃完早飯,我們坐在大堂里聽師父開示,師父教我們如何打坐和拜懺。一天內有許多開示和打坐,師父諄諄善誘,我們密密抄經。

Hari pertama bagun tidur, setelah makan pagi, saya duduk diaula mendengarkan ceramah suhu, suhu mengajarkan kita bagaimana bermeditasi dan bertobat, dalam sehari banyak sekali ceramah dari suhu, beliau membimbing kami dengan teliti, kami juga diajarkan bagaimana menyalin sutra.

有幾句真言,在我生命里最不可承受的痛時,因為用了它而順利過渡。人世無常,不如意十之八九,我常把這些話送給朋友,他們也因度過內心的難關而感激我。這幾句真言是:面對它、接受它、處理它、放下它。

Ada beberapa kata, yang sangat bermanfaat dalam kehidupan ini, pada saat saya merasakan penderitaan, karena kata kata ini saya dapat melalui dengan baik. Kehidupan manusia tidak abadi. Kita selalu mengalami pasang surut, saya sering menghadiahkan kata kata ini pada teman teman saya, merekapun berterima kasih karena dapat melalui kesulitan yang mereka alami. Kata kata itu adalah : hadapi dia( masalah ), terima dia( masalah ), selesaikan dia (masalah), dan relakan dia ( masalah ).

當你遇見一些事時,你不要逃避,最好的方法就是面對它,然後你必須接受那已成的事實,好好的處理它,處理完后,不要讓它佔據你的心,必須放下。師父的心愿是想提升人的品質,建設人間凈土。

Ketika anda bertemu dengan sebuah permasalahan, anda jangan hindari, cara terbaik adalah hadapi masalah itu, kemudian anda harus menerima karena sudah menjadi kenyataan, selesaikan masalah tersebut dengan baik, setelah dibereskan, jangan biarkan dia menetap di hatimu,anda harus relakan. Keinginan Suhu adalah ingin agar kualitas pribadi kita meningkat, membangun surga sukhavati dalam kehidupan kita.

第二天我們學行經。有慢經、快經和自然經,行慢經時,雙手輕輕握拳,每一步路是腳掌一半的距離,要走得很慢很穩,這叫「步步為營」。快經的步伐可大一點,雙手自然下垂,但是要走得很快很快,自然經則要全身放鬆的步行,看似簡單行則不易。走完后感覺好舒暢。

Hari kedua, kami diajarkan cara berjalan. Ada jalan perlahan, cepat dan rileks. Ketika berjalan pelan, kedua tangan dikepalkan diletakkan didepan pusar,setiap langkah diberi jarak, harus berjalan perlahan dan konsentrasi ini yang disebut “ bu bu wei ying “. Berjalan cepat langkahnya lebih besar, kedua tangan dengan sendirinya diturunkan, dan berjalan cepat. Berjalan rileks seluruh badan harus benar benar dikendurkan, kelihatannya mudah, tapi tidak mudah ketika dipraktekkan. Setelah berjalan perasaan sangat nyaman.

第三天是要我們做到感恩和懺悔,我們就像開頭講的那樣拜懺二分鐘,心裡要為這一生中所有該懺悔的事懺悔,對這一生中所有該感恩的人感恩。很多師姊、師兄泣不成聲。我聽到一種平和的聲音:「要用情操,不要用情緒。」那是師父的聲音。

Hari ketiga kami belajar berterima kasih dan bertobat selama 20 menit,kami diharuskan seperti yang saya cerita kan diatas. Memulai dengan bangun, berlutut beberapa saat, kita harus menyesal dan bertobat terhadap semua kesalahan yang kita lakukan, dan berterima kasih pada orang yang berjasa pada kita. Banyak peserta menangis tanpa suara, saya mendengarkan sebuah suara yang tenang “ jangan terhanyut oleh perasaan,tapi instrospeksi terhadap perbuatan “ itu adalah suara suhu.

三天很快就過去了,這三天的課程讓我一生受用不盡,我對父母、先生、女兒、朋友,甚至整個世界感恩。對該懺悔的事,想辦法補償。減少了自我感。少了計較,多了反饋。人也快樂起來。我覺得這三天里,學到的比三年甚至十年還要多,最難得的是我找到了內心最深層的寧靜。

3 hari berlalu dengan begitu cepat, pelajaran yang saya peroleh dalam 3 hari ini, tidak habis dipakai dalam kehidupan ini,. Saya berterima kasih pada orang tua, suami, anak , teman dan bahkan seluruh mahluk. Bertobat pada kesalahan kesalahan yang dilakukan dan berusaha memperbaiki. Keakuan saya berkurang, kurangi sifat hitungan, banyak instrospeksi diri. Hatipun lebih gembira. Saya merasa dalam 3 hari ini,saya memperoleh lebih banyak dari yang saya pelajari selama 3 tahun bahkan 10 tahun, yang paling sulit adalah saya mendapatkan ketenangan dalam batin.