Category Archives: Nagarjuna

Pengenalan Singkat Nagarjuna Bodhisattva

Standard

Pengenalan Singkat Nagarjuna Bodhisattva

Mantra Hati Nagarjuna Bodhisattva:
“Om. Biezha. Najia Zhuona. Putisaduo. Suoha”

Nagarjuna Bodhisattva berkepala satu , berlengan dua, dengan sepasang kaki, tubuh berwarna putih, Beliau memiliki 32 tanda keagungan utama dan 80 tanda sekunder seperti Buddha. Tubuh mengenakan jubah bhiksu tiga lapis, duduk bersila penuh di atas sebuah matras sadhana, kedua tangan membentuk Mudra Dharmacakra di depan dada. Di belakangnya terdapat 7 naga dengan warna berbeda, menjulurkan kepala di atas kepala Nagarjuna Bodhisattva.

Nagarjuna Bodhisattva, dalam bahasa Mandarin adalah “Longshu Pusa”, karena pernah memasuki istana naga, dan mencapai kesempurnaan berkat suku naga, dan terlahir di bawah pohon Arjuna, oleh karena itulah Beliau memperoleh nama Nagarjuna.

Nagarjuna Bodhisattva terlahir 700 tahun setelah Parinirvana Sang Buddha ( sekitar abad ke-3 ) di India Selatan, Nagarjuna Bodhisattva adalah siswa dari Asvaghosa Bodhisattva, dan siswa dari Arya Kapimala, asal-usul Beliau adalah Sumeghasvararaja Buddha.

Nagarjuna Bodhisattva bahkan disebut sebagai generasi Guru Sesepuh Buddhisme, Beliau memahami ajaran Hinayana, Mahayana, dan Vajrayana, memiliki pengetahuan luas, dan sempurna dalam teori dan praktik. Demi membabarkan Buddhadharma, Nagarjuna Bodhisattva menuangkan pemikiran Beliau dalam bentuk tulisan, mempersembahkan semua pemahaman spiritual dalam diri kepada semuanya, dan merampungkan banyak karya tulis yang luar biasa, oleh karena itulah Beliau disebut Penguasa Ribuan Sastra. Di antara sekian banyak karya tulis Beliau, yang paling merepresentasikan pandangan Beliau adalah : Madhyamikakarika, begitu sastra ini muncul, langsung menggemparkan dunia agama Buddha, pendekatan Beliau yang berbeda akan filosofi jalan tengah dapat dikatakan telah menunjuk pada kebenaran dibalik esensi dunia material dan bhavana, serta membuka lembaran baru dalam dunia filosofi agama Buddha.

Nagarjuna Bodhisattva pernah memasuki istana naga di dalam samudra, dan membaca pustaka suci Buddhis yang berjumlah 10 kali lebih banyak daripada dunia fana, di antaranya, paling tersohor adalah, membaca tiga kitab : “Sutra Pembebasan Avatamsaka yang Tak Terbayangkan”, dan mencapai pencerahan.

Berikutnya Nagarjuna Bodhisattva juga berkunjung ke India Selatan, membuka stupa besi yang semenjak Parinirvana Sang Buddha belum pernah dibuka oleh siapa pun, secara langsung berjumpa dengan Guru Sesepuh Tantra : Vajrasattva yang secerah mentari, dan memperoleh anugerah berupa Mahavairocana Sutra , Vajrasekkhara Sutra, Mandala Vajradhatu, dan Mandala Garbhadhatu, memulai nidana siar ajaran Tantra di dunia, oleh karena itulah Nagarjuna Bodhisattva disebut sebagai Guru Sesepuh Tantra. Selain itu, Beliau juga dijunjung tinggi sebagai Guru Sesepuh sekte Vinaya, Trisastra, Tanah Suci, Yogacara, Dhyana ( Chan / Zen ), Tiantai, dan Avatamsaka, merupakan Guru Sesepuh 8 Sekte Sutrayana dan Tantrayana.

🙏

18 Emptiness in Prajna Paramita Sutra

Standard

Image

 

1 Emptiness of the true nature of dharmas
2 Emptiness of form, feeling, perception, impulses, and consciousness
3 Emptiness of the 12 sense fields and the 18 elements
4 Emptiness of the 6 great physical elements
5 Emptiness of the 4 truths and the 12 links
6 Emptiness of all dharmas
7 Emptiness of the subject
8 Emptiness of the object
9 Emptiness of both subject and object
10 The conditioned emptiness
11 The unconditioned emptiness
12 The beginningless emptiness
13 The emptiness of essential nature
14 The emptiness of ultimate reality
15 The emptiness of perfect wisdom
16 The emptiness of the cause
17 The emptiness of the buddha fruit
18 The emptiness of emptiness