Monthly Archives: November 2019

Bait Pembobol Neraka

Standard

华严经寿经之破地狱偈
(Bait yang membebaskan diri dari neraka, Sutra Avatamsaka)

若人欲了知,
三世一切佛,
应观法界性,
一切唯心造。

– 觉林菩萨
《华严经》升夜摩天宫品第十九

Verse For Breaking Free From Hell [1]

If [a] person desires [to] understand fully,
[the] three periods’ [i.e. past, present and future (teachings of)] all Buddhas,
[one] should contemplate [the] Dharma realm’s [i.e. universe] nature,
[to realise that] everything [is] only [by the] mind created.

– Forest [Of] Awakening Bodhisattva
(Flower Adornment [Avataṃsaka] Sūtra:
Chapter 19 [On] Ascent [To] Yama Heaven Palace)

Asal muasal bait di atas, dicatat dalam “Catatan Cermin Esensial” 《宗镜录》oleh Patriak ke-6 Tradisi Tanah Murni, Guru Besar Yongming (净土宗六祖永明大师), ada disebutkan seorang lelaki bernama Wang Minggan (王明干) di zaman dinasti Song, yang menjadi seorang bhiksu bernama Sēngjùn (僧俊). Tetapi dia tidak berlatih menjalankan sila ataupun menghimpun kebajikan, dan dia meninggal dunia karena sakit.

Tiga hari kemudian, dia secara ajaib bangkit kembali, sambil menangis penuh penyesalan. Dia mengatakan bahwa ketika menjelang ajalnya, dua petugas neraka menangkapnya dan menuntut nyawanya. Dia dibawa ke neraka, dan di gerbangnya, dia bertemu seorang bhiksu yang mengaku dirinya adalah Bodhisattva Ksitigarbha (地藏菩萨), dan Bodhisattva mengatakan bahwa ketika [ Sēngjùn] berada di Jingcheng, dia pernah membuat citra Bodhisattva Ksitigarbha. Walaupun Sēngjùn tidak bersujud ataupun memberi persembahan pada citra tersebut, dia akan mendapatkan balasan untuk satu pahala ini.

Bodhisattva Ksitigarbha kemudian mengajarkan sebuah bait, dan berkata: ‘jika dia mampu mengulang atau mendengar bait ini, maka dia akan mampu terbebas dari penderitaan neraka’ (诵得此偈,能破地狱之苦.) ‘Dapat menutup pintu neraka, dan membuka jalan menuju Tanah Murni’ (能闭地狱门,能开净土道) [jika diikuti dengan ingatan pada Buddha Amitabha]. Setelah mengatakan ini, Bodhisattva Ksitigarbha menghilang.

Ketika bhiksu Sēngjùn masuk ke dalam kota neraka dan bertemu Raja Yama, dia ditanya apa pahala yang dia punya (karena dia telah bertemu dharma semasa hidupnya). Dia menjawab bahwa dia ‘hanya mempunyai satu bait empat baris, dan mendaraskannya:

“Jika seseorang berharap untuk memahami sepenuhnya,
Ajaran semua Buddha dari tiga masa (sekarang, lampau, dan mendatang)
Seseorang seharusnya merenungkan sifat hakiki alam semesta,
Sadarilah bahwa semua fenomena diciptakan oleh pikiran. ”

Raja Yama kemudian membebaskannya. “Ketika melafalkan bait ini, ketika ada yang mendengar , mereka yang mengalami penderitaan semua mencapai pembebasan dari penderitaan neraka. “ (诵此偈时,当声至处,受苦之人,皆得解脱。)

Raja Yama dengan tergesa-gesa menyuruhnya untuk berhenti melafal [ karena makhluk neraka lain tidak pantas secara karma menerima ajaran tersebut], dan mengirimnya kembali ke alam manusia. Di kemudian hari, ketika dia memeriksa bait ini, dia menemukan bahwa bait ini berasal dari Sutra Avatamsaka. Setelahnya, dia menyampaikan hal ini kepada Guru Dharma Sēngdìng (僧定) di Vihara Kōngguān, dan kepada seluruh bhiksu yang hadir, dan semua yang mendengar membangkitkan aspirasi untuk meyakini sutra tersebut.

Bait ini bekerja sesuai dengan yang diajarkan, karena membuat para makhluk neraka yang putus-asa, yang tidak tahu jalan keluar, untuk merenungkan dan menyadari bahwa penderitaan karma mereka yang sangat berat diciptakan dan dipertahankan oleh pikiran mereka sendiri. Setelah mengetahui, mereka mampu dengan tulus menyesal, yang membersihkan karma negatif penyebab penderitaan, dan menciptakan karma positif untuk membebaskan diri dari neraka. Maka bait ini dinamai ‘Bait Pembobol Neraka’