Manjusri

Standard

Manjusri Bodhisattva ( Wen-shu-shi-li Pusa ) paling utama dalam Prajna, saat Sang Buddha hendak Parinirvana, Manjusri Bodhisattva juga pernah memohon supaya Sang Buddha tidak memasuki Parinirvana, tiga kali pemutaran Dharmacakra oleh Sang Buddha telah menuntun banyak insan, maka Sang Buddha berkata kepada Manjusri Bodhisattva : “Anda tahu bahwa Aku tiada tiga kali pemutaran Dharmacakra . . .” begitu mendengarnya, Manjusri Bodhisattva langsung paham, maka Ia tidak lagi mengucapkan apapun kepada Sang Buddha, ucapan Sang Buddha ini hanya dapat dipahami oleh yang telah Tercerahkan.

Di masa Sang Buddha, Mahakasyapa bertanggung jawab sebagai pengawas vihara, pada suatu ketika Mahakasyapa melihat beberapa selir kerajaan dan para wanita memasuki kamar Manjusri Bodhisattva, sekali, dua kali, tiga kali . . . Mahakasyapa paling tabu terhadap wanita, begitu melihat wanita Ia langsung menyingkir, sebab mata Arahat tidak melihat wanita, telinga juga tidak mendengar, saat berbicara dengan wanita selalu menghadap ke lantai dan harus menjaga jarak tertentu, bahkan dalam berbicara tidak boleh melebihi tiga kalimat, dan yang paling baik adalah tidak usah berbincang. Maka, melihat peristiwa tersebut Mahakasyapa sungguh tak tahan lagi, Ia pergi menghadap kepada Sang Buddha, Ia berharap supaya Manjusri Bodhisattva dikeluarkan dari Sangha, setelah mendengar penuturan Mahakasyapa, Sang Buddha mengatakan : “Anda tidak akan bisa mengusir Manjusri Bodhisattva, apakah Anda tahu tingginya pencapaian bhavana Manjusri Bodhisattva ? Apabila Anda sanggup mengusir-Nya, maka usirlah !” Mahakasyapa pergi untuk mengusir-Nya, namun sungguh tak terduga, di tiap kamar ada Manjusri Bodhisattva, kemudian Mahakasyapa menengadah ke angkasa, di dua puluh delapan surga juga terdapat Manjusri Bodhisattva, saat mengamati alam bardo, di sana juga ada Manjusri Bodhisattva, di setiap tempat di alam semesta ini terdapat manifestasi Manjusri Bodhisattva, akhirnya Mahakasyapa memahami pencapaian bhavana Manjusri Bodhisattva, sesungguhnya Manjusri Bodhisattva bukan hanya seorang Bodhisattva, Ia adalah Guru dari Tujuh Buddha, Dharmabala dan Prajna-Nya paling agung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.